Selasa, 19 Februari 2013

Pengendalian Waktu Proyek

Hampir semua proyek konstruksi mempunyai lingkup pekerjaan yang relatif luas dan item pekerjaan yang banyak, tetapi dengan jangka waktu pelaksanaan yang relatif singkat. Sehingga untuk dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan tepat waktu maka perlu dibuat suatu Program Pengendalian Waktu.

Program pengendalian waktu ini terdiri dari beberapa tahapan :
  1. Pertama perlu dibuat Master Schedule berupa barchart dan kurva S rencana untuk keseluruhan pekerjaan berdasarkan estimasi durasi pelaksanaan pekerjaan dan banyaknya item pekerjaan.
  2. Pada saat akan dimulai pekerjaan dibuat schedule rencana yang lebih detail yang disertai dengan Network Diagram untuk mengidentifikasi ketergantungan untuk masing-masing sub item pekerjaan.
  3. Selanjutnya dilakukan identifikasi pekerjaan-pekerjaan / kegiatan yang merupakan pembentuk lintasan kritis, karena kegiatan kritis sangat berpengaruh dalam menentukan apakah suatu proyek dapat diselesaikan tepat waktu atau tidak.
  4. Setelah ditetapkan jadwal rencana dan kegiatan-kegiatan kritis, selanjutnya ditetapkan mile stone / patokan waktu penyelesaian untuk setiap pekerjaan penting yang merupakan pembentuk lintasan kritis. 
  5. Dilakukan identifikasi masalah-masalah yang mungkin akan menyebabkan keterlambatan.
  6. Pada saat pelaksanaan pekerjaan akan selalu dilakukan pengukuran progress pekerjaan secara berkala untuk memantau apakah pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan time schedule rencana atau terdapat penyimpangan.
  7. Selalu melakukan update schedule pelaksanaan pekerjaan secara berkala dan membandingkannya dengan schedule rencana.
  8. Jika terjadi penyimpangan pada schedule pelaksanaan, hitung berapa besar penyimpangannya, dan dilakukan analisis untuk mengambil langkah-langkah mengatasi penyimpangan tersebut.  

Baca SelengkapnyaPengendalian Waktu Proyek

Selasa, 22 Januari 2013

6 Komponen Biaya Pengadaan Tower Crane Dalam Proyek Konstruksi

Tower Crane merupakan salah satu peralatan yang sangat penting dalam pembangunan gedung bertingkat, terutama sebagai alat bantu angkat sehingga proyek dapat selesai tepat pada waktunya. 

Pengadaan Tower Crane tentu saja membutuhkan biaya yang cukup besar yang biasanya sudah diperhitungkan oleh kontraktor struktur bangunan dalam item pekerjaan persiapan. 

Biaya tersebut terbagi menjadi  beberapa komponen biaya untuk operasional dan pengadaan Tower Crane. Biaya-biaya tersebut antara lain :
  1. Biaya Pondasi Tower Crane. Pembuatan Pondasi Tower Crane sesuai dengan gambar rekomendasi dari pihak supplier Tower crane.  Biasanya pondasi Tower Crane menggunakan Tiang pancang dan pile cap beton bertulang dengan ukuran sesuai dengan beban, kapasitas, tinggi, dan jangkauan (panjang jib Tower Crane).
  2. Biaya Sewa / Rental Tower Crane yang biasanya dihitung per bulan
  3. Biaya erection dan dismantling untuk mendirikan dan membongkar Tower Crane pada saat proyek berakhir. 
  4. Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi Tower Crane untuk mendatangkan Tower crane ke Lokasi proyek dan memulangkan Tower Crane ke penyedia sewa.
  5. Biaya Listrik kerja Tower Crane, biasa mengggunakan genset.
  6. Biaya Operator Tower Crane, seperti gaji operator, uang makan, dan uang lembur operator jika bekerja lebih dari 8 jam. 
Semoga bermanfaat...!

Baca Selengkapnya6 Komponen Biaya Pengadaan Tower Crane Dalam Proyek Konstruksi

Minggu, 13 Januari 2013

Alat Berat : Motor Grader

Motor grader adalah alat berat dengan penggerak roda ban yang menggunakan blade untuk meratakan permukaan lahan dan membentuk badan jalan (levelling dan grading). Fungsi motor grader adalah sebagai berikut :
  1. Motor grader dapat digunakan untuk melakukan perataan dan pembentukan permukaan tanah 
  2. Motor grader juga dapat digunakan untuk pemeliharaan jalan proyek.
  3. Dengan blade yang pendek motor grader dapat digunakan untuk menggali saluran dan memperlebar jalan yang sempit
  4. Motor grader biasa digunakan dalam proyek pembangunan jalanraya, lapangan udara, dan bangunan yang luas.
GD661A-1 KOMATSU Motor Grader
Sumber: komatsu.com
Selain blade, terdapat beberapa alat pelengkap yang dapat dipasang pada motor grader, antara lain :
  • Scarifier teeth (ripper yang berbentuk penggaruk kecil) dipasang di bagian depan blade dan dapat dikendalikan secara tersendiri.
  • Pavement widener (untuk mengatur penghamparan)
  • Elevating grader unit (alat untuk mengatur grading)
Perhitungan produktivitas motor grader adalah berdasarkan jarak tempuh alat perjam pada proyek konstruksi jalan, sedangkan pada proyek-proyek lainnya, perhitungan produktivitas motor grader adalah luas area per jam.

Terdapat beberapa merek/brand Motor Grader yang biasa digunakan antara lain : Caterpillar, Volvo, Mitsubishi, Komatsu, Kobelco,  Hyundai, dan banyak merek yang lain.

Baca SelengkapnyaAlat Berat : Motor Grader